Thursday, June 20, 2013

360: PENJEJAK PUNCAK DUNIA



Salah satu momen puncak yang mereka abadikan...(tapi ini pas di gunung apa, ya?)

Mengerjakan liputan ini bagaikan nostalgia bagi saya. Setelah satu tahun tidak berjumpa dengan para pendaki Wanadri  -- baik dengan para pendaki senior, maupun juga para pendaki 7 summits – saya berkesempatan untuk meliput mereka kembali. 

Bertemu dengan mereka hari itu, di Bandung, mengingatkan saya kembali pada perjalanan kami di Himalaya, Mei 2012 lalu. Saat itu, saya dan Anton (cameraman) meliput upaya pendakian mereka di Everest. Para pendaki terbagi dalam 2 tim, yaitu tim Utara (berangkat dari Tibet, China) dan tim selatan (berangkat dari Nepal). Meskipun dalam misi tahun itu tim selatan gagal (Ardhesir dan Fajri), namun tim utara (Huda dan Kwecheng) berhasil untuk mencapai puncak dan mengibarkan bendera pada pukul 07.49 menurut waktu Tibet, China

Tahun ini, saya kembali bertemu untuk mengucapkan selamat kepada 2 pendaki yang kembali berhasil mencapai Everest pada 24 Mei lalu, melengkapi rangkaian pendakian 7 gunung tertinggi dunia yang mereka daki. Kali ini Martin dan Fajri yang berhasil melakukannya

Bertemu dengan para pendaki seven summit dan pembina mereka (Remi Tjahari dan Dedi Setiadi), jujur saja, membuat saya merindukan Himalaya. Jika para pendaki ini merindukan puncak2nya, maka saya merindukan suasana kekeluargaan dan warga desa-desa di pegunungan itu.

Wednesday, June 12, 2013

360: THE JUPITER

Mereka menamakan diri sebagai Jupiter. Dari mana asal nama itu? Seseorang pernah membisikkan pada saya, mengaku “Jupiter” bukanlah istilah yang muluk-muluk -- hanya berupa singkatan dari “Juru terbang PInTER” (come on...it can’t be that simple...:D). Akhirnya nama Jupiter menjadi semacam panggilan bagi para penerbang yang mengajar di Lanud Adi Sucipto.

aksi Jupiter di angkasa

Hati saya tergetar melihat aksi mereka di langit bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Enam buah pesawat propeler beraksi dengan berbagai formasi, rata-rata dengan jarak yang sangat dekat – hanya selisih 4 meter antara pesawat 1 dengan yang lainnya.

Formasi rumit, berbahaya, namun indah memukau mata itu, bukannya disiapkan dalam waktu singkat. Setidaknya membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mempersiapkan atraksi tersebut. Terlebih jelang penampilan mereka di Langkawi, Malaysia, atraksi yang disebut aerobatik itu dilatih hampir setiap hari.

apakah anda melihat tanda-tanda kelelahan???

Selama beberapa hari mendalami tentang Jupiter, membuat saya tertawa di dalam hati – karena melihat hal-hal kontradiktif yang terjadi.