Tuesday, June 7, 2016

SINGAPORE: IF U WANT TO HAVE YOUR OWN CAR, THINK AGAIN...

happy to be here......XOXO (lebay mode on)


Tour guide saya bilang, ada tempat makan yang recommended banget buat dikunjungi orang Indo. Namanya Le Steak by Chef Amri. Jadilah kami kesana... 

Pas turun mobil dan mau nyeberang jalan, kok baru sadar klo jalanan di Singapore itu ngga padat kendaraan , ya (bahkan di tikungan tempat resto ini, cenderung sepi). Sampe takjub, apakah warga Singapore sebegitu cintanya naik MRT? 

antrian pengguna MRT yang mau masuk kereta
Harus diakui, MRT Singapore itu emang jempolan... Ngga pantes dibandingin sama sistem Commuter Line di Jakarta yang masih diperbaiki hari demi hari (semoga besok2 dah bisa kayak Singapore....amiiinnnn...). Tapi ternyata, bukan itu juga sih, yang bikin orang disini lebih doyan naik transportasi massa. Nyatanya, kayak kebijakan lahan, kepemilikan kendaraan pribadi di Singapore itu bisa buat orang yang ngebet dan kurang perhitungan, miskin mendadak....

Di Singapura, pemerintah bakal bikin gimana caranya agar warganya ngga doyan beli kendaraan. Tapi ngga serta merta melarang kepemilikan kendaraan pribadi juga. Mereka nerapin yang namanya Sertifikat Hak Kepemilikan Kendaraan Bermotor (Certificate of Entitlement). Duhh...namanya panjang amat, yakkkk....selanjutnya gima klo kita sebut COE aja yaa..😅😅

suasana di dalam MRT
Nahh...si COE ini emang muahaall... Buat kendaraan roda 4 aja, harganya berkisar Sing$74ribu - 78ribu (yahh...klo di rupiah, sekitar Rp700-800 juta lah😎😎). Sedangkan COE buat kendaraan roda 2, sekitar Sing$1.700 ato sekitar Rp17juta. Berhubung ini baru ijinnya doank, ngga heran klo ditambah sama harga beli mobil/ motornya, yang ngeluarin duit jadi ngerasa ngga rela. Yang bikin lebih nyesek, COE ini ngga berlaku selamanya, melainkan harus dibaharui setiap 10 tahun.  Jadi bayangin, berapa duit yang harus dikeluarin cuma demi memelihara 1 kendaraan doank (klo di Indo, duit segitu bisa buat bangun kos2an per 10 tahun, ya...)

Untungnya, di Singapore itu transportasi massa nya dah bagus dan nyaman banget. Jaringan MRT buat negara semini itu aja dah terbentang 153km dengan lebih dari 100 stasiun. Katanya sih...pengguna bisa mencapai hampir 3 juta orang per hari.


pengguna kendaraan pribadi di Singapore sekitar 15 persen dari warganya

Tapi apa mau dikata, emang bener klo dibilang manusia tuh ngga ada puasnya. Pendapatan per kapita warga Singapore yang meningkat berpotensi bakal menaikkan jumlah pemilik kendaraan pribadi. Padahal klo sampe kejadian, bisa muacet parah tuh negara singa. 

Jadi ya tuh, pemerintah meras otak lagi, gimana caranya warga makin ngga doyan punya kendaraan. Sebenernya sekarang pun pemilik kendaraan dah 'dipersulit' dengan adanya penerapan electronic road pricing (ERP). --> ini banyak istilah baru, semoga kita semua makin pinter.
Jadi, di kendaraan itu bakal dipasang semacam alat deteksi. Klo dia lewat di suatu area tertentu (biasanya pusat bisnis atau area rawan macet) si kendaraan memiliki kewajiban bayar. Si pengendara akhirnya punya 2 pilihan: tidak memasuki wilayah tersebut dan cari jalan alternatif, atau masuk area tersebut dan bayar. Klo memasuki area tersebut, maka alat deteksi itu akan mengirimkan sinyal bahwa dia berada di kawasan berbayar, dan kalau kuota pembayarannya tidak dilunasi, maka si pengemudi akan kena sanksi.

sistem ERP sudah diberlakukan sekitar tahun 1990an

Nah, karena cara ini sudah kurang efektif menekan jumlah pemilik kendaraan, pemerintah Sing mau nerapin sistem ERP baru (tapi ngga tau deh, 2016 ini dah diterapin belom ya?). Dengan sistem ERP berbasis satelit, pengendara kendaraan bermotor akan dikenai biaya sesuai dengan jarak tempuh. Semakin jauh jarak tempuh kendaraan pribadi, maka akan semakin mahal biaya ERP yang dikenakan kepada pengendara kendaraan bermotor tersebut.

Ngebayanginnya jadi serem sendiri..😓😓😓. Kecuali uangnya dah bingung mau dipake apa, mungkin baru kepikiran beli kendaraan klo tinggal di Singapore. Tapi kayaknya untuk saat ini, sudah pas banget klo naik kendaraan umum aja....😆😆


SUMBER FOTO: google.com








No comments:

Post a Comment