Monday, August 4, 2014

360: 1st DAY - TAMBRAUW

Ide gila…itulah yang membawa aku kembali ke Papua dalam waktu yang sangat dekat. Baruuu…aja ke Rajaampat bulan lalu, sekarang dah datang lagi….kali ini ke Tambrauw, Papua Barat. Ide gila siapa? Yang jelas bukan aku…..ini ide gila seseorang bernama Lie Dharmawan…
Tentu saja, aku ke Tambrauw bukan atas paksaannya, tapi kemamuanku sendiri. Salah seorang produser menghubungiku, menanyakan apakah aku tertarik untuk meliput mengenai Rumah Sakit apung. Pertanyaan yang terpikir pertama kali adalah, “Maksudmu….rumah sakit apung milik AS itu?”
ini dia....kapal rumah sakit kita.....

Wajar jika banyak orang – termasuk aku – belum tau soal RS apung ini. Baru launching 2013 lalu. Tapi hal yang membuat aku amazed adalah….kita memilikinya…! Rasanya ngga percaya… Mannn….kita punya floating hospital sendiri….! Tanpa memperhitungkan floating hospital milik militer, di dunia ini sedikit sekali yang memiliki floating hospital….bahkan yang aku tahu sebelumnya hanya Africa Mercy ships. Dan ngga ada alasan lain, swasta yang melakukan hal ini hanyalah dilandasi alasan kemanusiaan. Why? Karena biaya pemeliharaannya yang besar tentunya, bisa dipastikan jika berdasarkan prinsip untung – rugi, maka proyek ini adalah proyek merugi. Dan floating hospital yang kita miliki ini menggunakan nama pencetusnya sebagai nama yang tertera di lambung kapalnya: Dr. Lie Dharmawan.

ini dia orangnya...Dr.Lie Dharmawan...
Oh, yeaahh…untuk mempermudah, mari selanjutnya kita menyebut kapal ini RSA (rumah sakit apung). Jangan bayangkan dia sebesar Africa Mercy Ships… ukurannya ‘hanya’ 23,5m x 6,5m. Tapi dengan tersedianya ruang obat, ruang periksa, ruang inap pasien, kamar gelap, ruang dokter, hingga ruang operasi besar dan kecil , kapal ini sudah memiliki apa yang dibutuhkan sebuah rumah sakit.
RSA terdiri dari 3 lantai…so, memungkinkan untuk memiliki ruang-ruang pribadi lainnya – ruang nahkoda, ruang kelasi, 2 toilet, ruang penampungan air bersih, dapur, dll. Berbahan dasar kayu ulin, orang boleh percaya kapal ini mampu mengarungi lautan hingga ratusan tahun. Ngga percaya? Coba aja periksa di library museum kapal di San Francisco… (bukan sun Francisco lho…ya..XD…)

operasi di atas kapal....can you imagine??
Ok….udah pada tau spesifikasi kapalnya, udah tau pencetusnya, dan udah tau klo ini proyek merugi (ato sebut aja proyek kemanusiaan) bermodal besar… Trus kenapa Dr. Lie susah-susah ngebuat ini semua? 

Saat aku tau jawabannya…aku baru mengerti apa yang disebut “panggilan hidup”. Orang ini mengikuti panggilan hidupnya… Simak wawancara saya dengan pria usia 68 tahun ini….

LORI
Rumah sakit apung bukan sesuatu yg lazim di indonesia bahkan di dunia, …, sebenarnya apakah anda pernah memikirkan ini terlebih dahulu atau sebenarnya ada suatu inspirasi lain , dari siapa atau dari apa ?

DR. LIE
Sebenarnya ide untuk membikin atau kenyataan bahwa di dunia ini ada floating hospital atau rumah sakit apung ini bkn ide yg baru dimana mana ada, indonesia juga punya sebuah yg namanya KRI dokte suraso, tapi semuanya itu milik pemerintah milik angkatang bersenjata , yg digunakan bkn masa2 damai tp pd saat perang
Pada tanggal 26 maret 2009 ketika kami melakukan pelayaran medis di Tual, di pulau Kei kecil , pada hari terakhir itu pd tgl 26 maret 2009 itu , ketika kami berkemas kemas utk pulang. Datang lah seorang ibu besama anak perempuannya berusia mungkin 7 tahun mungkin 8 -- saya ndak tau --dengan usus nya yg terjepit . Konon ibu ini -- menurut pastor John -- berlayar dari Somlaki ke Tual menggunakan kapal selama 3 hari 2 malam. Bagi saya seorang ahli bedah -- saya memikirkan ini bagaimana secara teoritis -- sesudah 6 – 8 jam sejak kejadian seorang pasien sudah seharusnya selesai dioperasi atau ususnya mengalami kebocoran dan itu bisa berakibat fatal. Namun anak ini tetap dioperasi, dan anak ini sembuh. Walaupun ususnya sudah agak berwarna kegelapan, tp anak ini sembuh .
Ini bukan karena kepandaian dokternya. Pastilah ada kekuatan supranatural yg melindungi anak ini
Dan sejak itulah kepulangan kami ke Jakarta , di dalam doa malam saya sebagai seorang katolik, selalu saya mendapatkan gambaran anak ini dan pertanyaan yg bagi saya audible, “maukah kau melayani Ku?”. Bagi saya konteks nya jelas : maukah kau melayani orang-orang seperti anak ini di daerah-daerah terpencil?
Disitulah ide nya mulai timbul. Kalo mereka tdk bisa datang krn kesulitan ekonomi ataupun karena daerah-daerahnya begitu terpencil sehingga pelayanan medis yg kuat tidak bisa disediakan, mengapa bukan kita yg menghampiri mereka ?
Disitulah ide nya datang pertama kali
pasien operasi hernia, Yulita, sedang diberi anastesi sebelum dibawa ke ruang bedah

LORI
Tetapi untuk rumah sakit apung semacam ini , biayanya sangat besar bahkan apa yg dibangun swasta kita cenderung mengidentikannya dengan sesuatu yg harus mendatangkan profit , …anda harus memikirkan perputaran pendanaan operasional perahu ini, apakah disaat anda berfikir untuk melakukan sudah berfikir sampai kesana ?

DR. LIE
Ada dua hal yg menyebabkan saya berani melakukan ini dan konsisten ketika banyak persoalan-persoalan timbul ….
Ada dua hal yg saya katakan, pertama yaitu iman. iman ini adalah sumber inspirasi sumber kekuatan sumber energi terbarukan yg tak pernah habisnya. Kedua kecintaan dan kebanggaan saya akan menjadi seorang warga negara indonesia . Saya adalah orang indonesia yg bangga akan keindonesiaan say.,
Ini adalah dua hal yg menjadi sumber inspirasi dan sumber kekuatan saya mengapa saya mau melakukan hal yg demikian. Karena saya ingin sodara-sodara kita yang berada didaerah terpencil juga bisa mendapatkan pelayanan yg sama seperti yg kita bisa nikmati dan kita kecapi di pulau jawa 

RSA berlayar kala senja
LORI
Dok, disaat ide ini akhirnya muncul di kepala anda , pastinya nada men-share –kan itu ke orang lain yg mungkin bisa mendukung atau memberi kan masukan. Apa pendapat mereka ?

DR. LIE
Belum pernah ada kapal yg begini kecil dimiliki oleh swasta untuk difungsikan sebagai sebuah rumah sakit apung. Dan anda benar, harus ada itung-itungan bisnisnya , harus ada cost nya yg kita perhitungkan.
beli kapal mahal, membikin kapal ini menjadi rumah sakit mahal , tapi lebih mahal lagi ongkos sehari-harinya itu --daily cost nya itu-- itu yg mahal. Tapi kalau memberi nasihat seseorang yg sedang jatuh cinta itu sia-sia kata orang. Sulit juga untuk memberikan saya nasehat untuk menyetop ide saya ini. Maka lahirnya istilahnya “kamu gila”, dan itu sudah saya sering dengar -- bahwa apa yg saya lakukan ini gila. Kesulitan- kesulitan yg dihadapi hari ke hari selalu bervariasi, selalu berbeda jenisnya, tp toh tetap mau melakukan …. ini lah kegilaannya .

LORI
saya mendengar bahwa untuk membeli kapal ini anda menjual rumah anda , .. , bagaimana komentar dari keluarga sendiri disaat anda mengambil langkah itu ?

DR. LIE
Ketika ide ini lahir dan saya begitu yakin bahwa ini bisa dilakukan, saya harus menyakinkan orang bahwa saya lakukan ini dengan sungguh sungguh . Saya menjual sebuah rumah untuk membeli kapal ini sebagai modal awal . Seluruh  keluarga saya 100%menyokong

LORI
Gak ikut ikutan bilang gila?

DR. LIE
Tidak , justru keluarga saya menyokong dan ikut ambil bagian dalam pelayanan saya 
Dr.Lie bersama keluarga yang mendukungnya

LORI
Memulai pelayaran nya tahun 2013 macam itu, kenapa pilihan anda daerah indonesia timur ? apakah karena memang anak yg pertama kali anda tolong itu, yg menjadi inspirasi anda, adalah orang di daerah timur jadi anda lebih banyak mengadakan pelayaran ke daerah timur? 

DR. LIE
Tentu ada hal hal inspiratif mengapa indonesia timur menjadi target utama , tanpa meninggalkan indonesia barat .
ini memang menjadi suatu kenyataan, bahwa gap antara indonesia timur dan barat itu besar . infrasturktur, penghasilan, penyebaran dokter dokter, penyebaran rumah sakit di indonesia timur lebih tertinggal dibandingkan di indonesia barat .
tapi itu tidak menutup kemungkinan, dan saya tidak mengatakan mata kami hanya tertuju ke indonesia timur. kami juga banyak melakukan pelayanan pelayanan ke indonesia barat -- ke sumatera, bangka, belitung , kalimantan , indonesia tengah , ke lombok, sulawesi . jadi kami melayari seluruh nusantara. Kapal ini dibeli untuk indonesia di dedikasikan untuk Indonesia… 

DoctorShare dan RSA menjadi panggilan hidup bagi Dr.Lie
LORI
apa hal baru yg anda pelajari saat akhirnya memiliki sebuah kapal yg digunakan untuk melayani sebagai seorang dokter ?

DR. LIE
kami sudah berpendapat bahwa laut ini adalh penghubung ke 17 ribu pulau-pulau kita. … toh Tuhan sudah menciptakan bagi kita sebuah laut yg menjadi penghubung antar satu pulau dengan pulau lainnya 

LORI
Jadi itu yang menjadi kayak suatu hal baru yang anda lihat ternyata laut ini seperti jembatan seperti itu 

DR. LIE
Betul laut ini adalah penghubung kita yg menghubungkan kita satu dengan yg lain nya

No comments:

Post a Comment